sandalian dot net


Mengenal apa itu deep web

19 March 2014 13:42:21 WIB, under category Daily

Beberapa hari yang lalu, Jeng Detnot tiba-tiba nge-YM saya dan nanya tentang deep web dan surface web. Setelah googling bentar untuk nyari tahu konteks pertanyaannya, akhirnya bisa sedikit menjawab pertanyaan ybs :D

Ilustrasi deep web
Gambar ngambil dari http://www.legaltechnology.com

Dan mungkin the law of attraction sedang berlaku, beberapa hari ini topik deep web tersebut sering nongol di sekitar saya. Baik itu tweet di timeline Twitter atau di artikel-artikel online yang saya baca. Jadi tak ada salahnya jika saya membuat rangkuman mengenai apa itu deep web serta penjelasan manfaat dan mudharatnya.

Bakal agak panjang, klik read more dulu deh ya :)
(more…)


Nonton Java Jazz 2014 – Part 1

05 March 2014 17:29:11 WIB, under category Daily

Sekitar 3 minggu yang lalu, Puan Peri mengatakan bahwa Jamie Cullum akan tampil di Java Jazz tahun ini dan dia pengen nonton. Setelah agak berpikir, akhirnya saya iyakan permintaannya untuk menonton Java Jazz karena tampangnya yang memelas melebihi melasnya anak-anak jalanan yang biasa nawarin jasa ngelap motor.

Besoknya kami susun beberapa rencana mengingat perjalanan dari Jogja ke Jakarta tentu akan membutuhkan banyak persiapan, apalagi sekarang sudah ada Lumen. Belum lagi urusan pembelian tiket show yang nominalnya cukup lumayan. 2 x 500 ribu untuk tiket masuk dan 2 x 250 ribu untuk tiket Jamie Cullum (special show).

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seorang teman memberitahu bahwa ada kuis di Facebook yang berhadiah sepasang tiket Java Jazz dan pesertanya belum terlalu banyak. Pada menit-menit terakhir, saya mengirimkan foto ini sebagai syarat lomba, yaitu meniru artis jazz favorit :D

(more…)


SSD versi kere

24 February 2014 02:15:36 WIB, under category Komputer

Sebelumnya saya pernah menulis tentang penggunaan kartu compact flash (CF) yang biasa digunakan di beberapa kamera, sebagai SSD versi kere (Poorman’s SSD).

SSD-SSDan menggunakan Compact Flash

Intinya adalah menggunakan CF card sebagai pengganti harddisk di komputer/laptop. Apa saja keuntungannya? Antara lain kayak gini:

  • Murah
  • Alternatif pengganti harddisk lama (IDE) yang susah didapat
  • Keren

Lalu apa kerugiannya? Enggak ada :D

Well, akhirnya setelah terlantar berbulan-bulan (apa tahun ya?) laptop tua saya bisa hidup lagi menggunakan OS Zenwalk 7.4 yang baru rilis kemarin. Space di CF hanya 4 GB dan terbaca 3.8 GB, ternyata cukup untuk instalasi Zenwalk. 3,6 GB untuk instalasi OS dan 0.2 GB untuk swap.

Awalnya sempat menemukan tampilan ala mimpi buruk sysadmin sih:

Kernel Panic

Gara-garanya adalah karena saya instal Linux melalui laptop lain dan CF terbaca sebagai sdb1. Saat dipindah ke laptop tua, CF terbaca sebagai sda1 dan lilo mencari sdb1 untuk booting. Bingung deh, makanya jadi panik gitu.

Akhirnya ketemu solusi jitu. Yaitu instal Linux dulu di Virtual Box di drive utama (sda1) dan kemudian gunakan perintah dd untuk copy seluruh isi harddisk (sda1) ke CF. Mirip-mirip nge-ghost gitu.


Menengok ke belakang

05 February 2014 12:30:01 WIB, under category Daily

Tadi lihat link dari Ndorokakung, sebuah halaman di Facebook yang “memaksa” kita melihat sekilas ke belakang. Namanya Facebook Lookback.

Sesuai namanya, Lookback ini menampilkan kilasan peristiwa yang kita upload ke Facebook. Foto-foto dan momen yang pernah kita share ditampilkan dalam bentuk video yang menarik, pake musik-musik segala :D

Dari situ saya baru nyadar ternyata saya gabung Facebook tahun 2007, lalu foto yang saya upload pertama adalah foto seusai naik Gunung Merbabu bareng Pengki dan Kepiting ini:

turun dari gunung merbabu

Btw, mobil pickup di belakang itu, dipake ngangkut 20 orang termasuk tas-tas carrier yang segede kaiju dan jaeger (sudah bukan jamannya gaban lagi) lho.

Daaan.. foto yang saya bagikan di Facebook dan paling banyak di-like adalah…

Foto pertama Lumen

Foto saat Lumen baru lahir, salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya :)

Buruan buka Facebook Lookback, Anda mungkin akan terharu, tertawa geli, atau bahkan mimbik-mimbik menahan air mata hehe.


Tambahan EDC baru

12 November 2013 11:33:56 WIB, under category Daily

Beberapa hari yang lalu, Mas Tomo yang punya Equator Knives tiba-tiba nanyain alamat saya, katanya mau ngirim suvenir. Gak mau nolak barang gratisan, saya berikan alamat saya dong.

Beberapa hari kemudian, datanglah paketan berisi barang super mungil ini: sebuah senter imut yang bisa dijadikan gantungan kunci.

Streamlight Nano Light

Panjangnya hanya sekitar tiga sentimeter dengan diameter sekitar 1 sentimeter. Meskipun imut, nyalanya bisa dibilang sangat terang. Intensitas cahaya mencapai 10 lumen, cukup untuk menerangi 1 kamar dengan metode ceiling bounce.

Ceiling bounce adalah mengarahkan cahaya senter ke langit-langit (plafon/eternit) agar cahayanya memantul dan menerangi seluruh ruangan.

(more…)


Melihat ISS dengan mata telanjang

13 October 2013 11:53:21 WIB, under category Daily

Bagi yang sudah melihat film baru berjudul Gravity, tentu akan tahu nama ISS atau International Space Station alias Stasiun Angkasa Internasional. ISS adalah wahana antariksa ke sembilan yang diluncurkan untuk mengitari bumi pada orbitnya sendiri, untuk keperluan riset.

Jangan terbalik dengan IIS ya, kalau IIS itu nama web server bikinan Microsoft, bukan penyanyi dangdut.

International Space Station

Tahukah Anda kalau ISS ini bisa dilihat dengan mata telanjang dari bumi, tanpa bantuan alat apapun? Yup, kita bisa melihat ISS ini saat langit sudah gelap dengan sangat mudah.

(more…)


September Ceria

01 October 2013 02:50:51 WIB, under category Gak Penting

Sekarang memang sudah masuk bulan Okto(m)ber, tetapi berita bagus –paling tidak buat saya– datang di penghujung September kemarin.

senter

Sebuah email dari Fenix, perusahaan pembuat senter yang cukup ternama, memberitahukan bahwa saya dipilih menjadi salah satu calon pengetes produk mereka yang baru, sebuah headlamp.

Rasanya gak sabar untuk bawa headlamp tersebut ke dalam kegelapan untuk dicoba dan difoto-foto. Tak perlu jauh-jauh ke hutan, di belakang rumah sudah kayak hutan :D

P.S: Foto di atas adalah foto senter Quark Mini 123


Menanam Mint

10 September 2013 15:40:47 WIB, under category Daily

Bulan puasa kemarin, saya iseng baca-baca artikel cara menanam mint di rumah. Saya ingin menanam mint karena saya suka mencampur daun mint di minuman –misalnya teh atau mojito– namun malas membeli di swalayan karena terlalu banyak dan akhirnya banyak yang terbuang. Dari artikel tersebut, bibit mint katanya bisa dari daun mint apa saja, bahkan dari daun yang dibeli di swalayan.

Pada akhir-akhir bulan puasa, kebetulan ada acara ngumpul-ngumpul di suatu warung makan dan menu yang saya pesan ada garnish berupa setangkai daun mint. Segera saja daun tersebut saya bungkus tisu dan masuk ke dalam saku. Sampai rumah, daunnya saya pritili hingga tinggal dua lembar di ujung saja, lalu ujung batangnya saya masukkan ke dalam botol agar terendam air. Saya buatkan dudukan dari kawat agar batang mint tersebut tidak nyemplung ke dalam botol.
(more…)


Berkenalan Dengan Fallkniven F1

06 September 2013 23:05:03 WIB, under category Review

Sebagai pengguna dan penyuka alat potong yang bernama pisau, saya memiliki cukup banyak teman dengan hobi yang sama dan kadar kecanduan yang lebih parah. Saya hanya memiliki sejumlah pisau sesuai keperluan, sedang teman-teman saya ada yang koleksinya mencapai 2-3 almari etalase.

Suatu hari salah seorang teman nawarin saya untuk nyobain pisau merk Fallkniven seri F1 yang baru dia beli. Tentu saja saya tertarik untuk sekedar mencoba pisau yang dijadikan pisau survival pilot pesawat tempur Swedia. Selain karena reputasi merk Fallkniven, kapan lagi saya punya kesempatan mencoba pisau yang harganya cukup mahal tersebut.

Kardus Fallkniven F1
(more…)


Nyebrang Bengawan Solo

01 September 2013 13:31:57 WIB, under category Gak Penting

Alkisah pada lebaran kemarin, kami sekeluarga merayakannya di rumah orang tua Puan Peri di Bojonegoro.

Pada lebaran hari kedua, kami berkunjung ke rumah salah satu saudara di seberang desa. Jalan paling cepat adalah dengan menyeberangi Bengawan Solo menggunakan perahu. Jika mengambil jalur darat, rutenya terlalu memutar dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Sesampainya di tempat penyeberangan, sepeda motor harus dinaikkan ke perahu dengan posisi dinaiki. (more…)


Older Posts »